Just another free Blogger theme



Cari Blog Ini

Nutrisi dan Teknologi Pakan

Translate

Senin, 09 Februari 2026

Rumen Quest

Rumen Quest

Masukkan password untuk melanjutkan

RUMEN

Rumen Quest

Menjadi Ahli Formulasi Ransum Ternak Potong

Selamat datang di Rumen Quest!

�� Tujuan Pembelajaran

  • ✓ Menjelaskan anatomi sistem pencernaan ruminansia
  • ✓ Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan
  • ✓ Memahami proses fermentasi rumen
  • ✓ Menerapkan formulasi ransum yang efisien
⏱️ 45-60 menit | 📊 4 Level | 🏆 Badges

Minggu, 08 Februari 2026

Fisiologi Pencernaan Ternak Potong

Ilmu Nutrisi Ternak Potong

Fisiologi Pencernaan Ternak Potong dan Implikasinya terhadap Formulasi Ransum

Memahami Sistem Pencernaan untuk Optimalisasi Produksi

Oleh:

Prof. Dr. Ir. Yunilas, M.P.

Program Studi Peternakan

Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara

Daftar Isi

1 Pendahuluan
2 Struktur & Fungsi Saluran Pencernaan
3 Dinamika Fermentasi Rumen
4 Peran Mikroorganisme Rumen
5 Implikasi terhadap Formulasi Ransum

BAB 1

Pendahuluan

Pemahaman mendalam tentang fisiologi pencernaan ternak potong merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi pakan pada sistem peternakan modern.

Pendahuluan

Latar Belakang

Ternak ruminansia memiliki sistem pencernaan unik dan kompleks
Kemampuan mencerna serat kasar melalui fermentasi mikroba
Konversi pakan berkualitas rendah menjadi protein hewani
Biaya pakan mencapai 60-70% total biaya produksi
Pakan Fermentasi Absorpsi Produksi

Alur Efisiensi Nutrisi

Pendahuluan

Tujuan Pembelajaran

Memahami anatomi dan fisiologi saluran pencernaan ruminansia

Menjelaskan dinamika dan faktor yang mempengaruhi fermentasi rumen

Mengidentifikasi peran mikroorganisme dalam pencernaan nutrien

Mengaplikasikan prinsip fisiologi dalam formulasi ransum

BAB 2

Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Ruminansia

Sistem pencernaan ruminansia dirancang khusus untuk fermentasi serat dengan lambung yang terbagi menjadi empat kompartemen.

Struktur Saluran Pencernaan

Anatomi Lambung Ruminansia

RUMEN 80% Volume RETIKULUM 5% Volume OMASUM 7% Volume ABOMASUM 8% Volume

Rumen

Fermentasi utama

Retikulum

Sortir partikel

Omasum

Absorpsi air

Abomasum

Pencernaan enzimatis

Struktur Saluran Pencernaan

Rumen - Reaktor Fermentasi

Karakteristik Rumen

1 Volume: 100-150 liter (sapi dewasa)
2 pH optimal: 6.0 - 7.0
3 Suhu: 38-42°C (konstan)
4 Kondisi anaerobik

Fungsi Utama

Fermentasi karbohidrat struktural
Sintesis protein mikroba
Produksi VFA (Volatile Fatty Acids)
Sintesis vitamin B kompleks
Detoksifikasi senyawa anti nutrisi

Struktur Saluran Pencernaan

Retikulum & Omasum

Retikulum

"Hardware stomach" - memiliki struktur seperti sarang lebah

  • Menyortir partikel pakan
  • Memulai proses ruminasi
  • Menangkap benda asing

Omasum

"Book stomach" - memiliki lipatan seperti buku

  • Absorpsi air dan elektrolit
  • Mengurangi ukuran partikel
  • Absorpsi VFA sisa

Struktur Saluran Pencernaan

Abomasum - Lambung Sejati

Sekresi HCl

pH 2-3 untuk denaturasi protein

Enzim Pepsin

Hidrolisis protein mikroba & pakan

Renin (Pedet)

Koagulasi kasein susu

Fungsi: Pencernaan enzimatis seperti lambung monogastrik - mencerna protein mikroba dan protein bypass

BAB 3

Dinamika Fermentasi Rumen

Fermentasi rumen adalah proses biokimia kompleks yang melibatkan interaksi antara substrat pakan, mikroorganisme, dan kondisi lingkungan rumen.

Dinamika Fermentasi

Produk Fermentasi Rumen

Volatile Fatty Acids (VFA)

65%

Asetat (C2)

Sumber energi & lemak susu

20%

Propionat (C3)

Prekursor glukosa

15%

Butirat (C4)

Energi epitel rumen

🔥 Gas Metana (CH₄)

6-10% energi pakan hilang sebagai gas metana

💨 Karbon Dioksida (CO₂)

Produk sampingan fermentasi karbohidrat

Dinamika Fermentasi

Faktor yang Mempengaruhi Fermentasi

pH Rumen

Optimal 6.0-7.0; pH <5.5 menyebabkan asidosis

Laju Pergantian Digesta

Mempengaruhi waktu tinggal dan efisiensi fermentasi

Rasio Hijauan:Konsentrat

Menentukan profil VFA dan kesehatan rumen

Frekuensi Pemberian Pakan

Mempengaruhi stabilitas pH dan populasi mikroba

Ukuran Partikel Pakan

Partikel lebih kecil = fermentasi lebih cepat

Ketersediaan Nitrogen

Esensial untuk sintesis protein mikroba

Dinamika Fermentasi

Sinkronisasi Energi-Protein

Energi Protein Zona Sinkronisasi Optimal Waktu setelah makan

Prinsip: Pelepasan energi dan nitrogen harus tersinkronisasi untuk memaksimalkan sintesis protein mikroba dan meminimalkan kehilangan nitrogen

BAB 4

Peran Mikroorganisme Rumen

Rumen adalah ekosistem mikroba paling padat dengan triliunan mikroorganisme yang bekerja simbiosis untuk mencerna pakan.

Mikroorganisme Rumen

Populasi Mikroba Rumen

Bakteri

10¹⁰-10¹¹

per mL cairan rumen

• Selulolitik (Fibrobacter)

• Amilolitik (Streptococcus)

• Proteolitik (Prevotella)

Protozoa

10⁵-10⁶

per mL cairan rumen

• Holotrich (Isotricha)

• Entodiniomorph

• 50% biomassa mikroba

Fungi

10³-10⁵

zoospora per mL

• Neocallimastix

• Piromyces

• Degradasi lignin

Mikroorganisme Rumen

Bakteri Selulolitik

Spesies utama yang mendegradasi serat (selulosa & hemiselulosa):

Fibrobacter succinogenes

  • • Mendegradasi selulosa murni
  • • Sensitif terhadap pH rendah
  • • Optimal pH 6.0-6.8

Ruminococcus albus

  • • Produksi H₂ tinggi
  • • Degradasi hemiselulosa
  • • Membutuhkan ammonia

Ruminococcus flavefaciens

  • • Degradasi selulosa kristal
  • • Tahan pH lebih rendah
  • • Sinergis dengan fungi

⚠️ Penting: Bakteri selulolitik sangat sensitif terhadap pH rendah - asidosis dapat menurunkan populasi hingga 90%

Mikroorganisme Rumen

Sintesis Protein Mikroba

Proses Sintesis

1

Degradasi protein pakan → peptida & asam amino

2

Deaminasi → ammonia (NH₃)

3

Inkorporasi NH₃ + kerangka karbon → protein mikroba

4

Mikroba mengalir ke abomasum → dicerna

Fakta Penting

60-85%

Protein yang masuk usus berasal dari mikroba

130 g/kg

Efisiensi sintesis per kg bahan organik tercerna

80%

Kecernaan protein mikroba di usus halus

BAB 5

Implikasi Fisiologi Pencernaan terhadap Formulasi Ransum

Pemahaman fisiologi pencernaan menjadi landasan ilmiah dalam menyusun ransum yang efisien dan optimal untuk ternak potong.

Formulasi Ransum

Prinsip Dasar Formulasi

1

Keseimbangan Energi-Protein

Sinkronisasi pelepasan energi dan nitrogen untuk optimalisasi sintesis protein mikroba

2

Kecukupan Serat

Minimum NDF 25-30% untuk menjaga fungsi rumen dan produksi saliva

3

Stabilitas pH Rumen

Hindari kelebihan karbohidrat mudah tercerna yang dapat menyebabkan asidosis

4

Protein Bypass

Sertakan sumber protein tahan degradasi untuk ternak produksi tinggi

Formulasi Ransum

Rasio Hijauan : Konsentrat

Fase Produksi Hijauan (%) Konsentrat (%) Keterangan
Pertumbuhan (Growing) 50-60 40-50 Mendukung pertumbuhan rangka
Penggemukan (Finishing) 20-40 60-80 Deposisi lemak maksimal
Bunting Tua 60-70 30-40 Cegah fatty liver
Menyusui 40-50 50-60 Energi untuk produksi susu

Formulasi Ransum

Strategi Pemberian Pakan

TMR (Total Mixed Ration)

  • Konsumsi nutrien seimbang
  • pH rumen lebih stabil
  • Efisiensi tenaga kerja

Pemberian Terpisah

  • Hijauan diberikan dahulu
  • Konsentrat setelahnya
  • Fleksibel sesuai kondisi

Frekuensi Optimal

  • Minimum 2x sehari
  • Idealnya 3-4x sehari
  • Stabilitas fermentasi

Formulasi Ransum

Contoh Formulasi Ransum Penggemukan

Komposisi Bahan Pakan

Jerami padi amoniasi 25%
Rumput gajah 15%
Dedak padi 20%
Bungkil kelapa 15%
Onggok 15%
Molases 8%
Mineral mix 2%

Kandungan Nutrien

Bahan Kering (BK) 85-88%
Protein Kasar (PK) 12-14%
TDN 65-70%
Serat Kasar (SK) 18-22%
Ca : P 2 : 1

📊 Target ADG: 0.8 - 1.2 kg/hari

Formulasi Ransum

Gangguan Pencernaan Terkait Ransum

⚠️ Asidosis Rumen

Penyebab: Kelebihan konsentrat, kurang serat

pH rumen: < 5.5

Pencegahan: Adaptasi pakan bertahap, buffer (NaHCO₃)

⚠️ Bloat (Kembung)

Penyebab: Leguminosa muda, konsentrat berlebih

Tipe: Frothy bloat & Free gas bloat

Pencegahan: Hijauan kering sebelum legum segar

⚠️ Alkalosis Rumen

Penyebab: Kelebihan NPN (urea), kurang energi

pH rumen: > 7.5

Pencegahan: Sinkronisasi energi-nitrogen

⚠️ Laminitis

Penyebab: Komplikasi asidosis kronis

Dampak: Peradangan kuku, kepincangan

Pencegahan: Manajemen ransum yang baik

Penutup

Ringkasan

1

Ruminansia memiliki sistem pencernaan 4 kompartemen yang unik

2

Fermentasi rumen menghasilkan VFA sebagai sumber energi utama

3

Mikroorganisme rumen kunci dalam pencernaan serat dan sintesis protein

4

Formulasi ransum harus mempertimbangkan fisiologi pencernaan

Kesimpulan

"Pemahaman yang komprehensif tentang fisiologi pencernaan ternak ruminansia merupakan fondasi ilmiah yang tidak dapat diabaikan dalam menyusun ransum yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan produktivitas ternak potong."

🎯 Efisiensi Pakan 📈 Produktivitas Optimal �� Keberlanjutan

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat!

Sesi Tanya Jawab

1 / 27