Quiz Pengolahan Pakan
Ilmu Dan Teknologi Pengolahan Pakan
Pengolahan Secara Fisik
⏱️ Waktu: 12 menit | 📝 10 Soal
Just another free Blogger theme
Ilmu Dan Teknologi Pengolahan Pakan
Pengolahan Secara Fisik
⏱️ Waktu: 12 menit | 📝 10 Soal
📋 Studi Kasus:
Jawaban Benar
📊 Evaluasi:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Fak. Pertanian · Prodi Peternakan
Ilmu & Teknologi Pengolahan Pakan
Selamat datang 👋
Prof. Dr. Ir. Yunilas, M.P
Mempelajari sifat bahan (kerapatan tumpukan, sudut tumpukan, kadar air) dan hubungannya dengan desain alat simpan (silo)
Memahami konsep kerapatan tumpukan (bulk density) dan faktor yang mempengaruhinya
Menjelaskan sudut tumpukan (angle of repose) dan aplikasinya
Menganalisis pengaruh kadar air terhadap sifat fisik bahan pakan
Menghubungkan karakteristik fisik bahan dengan desain silo penyimpanan
📌 Definisi
Kerapatan tumpukan adalah massa bahan per satuan volume yang ditempati dalam keadaan tumpukan alami, termasuk ruang antar partikel (porositas). Dinyatakan dalam satuan kg/m³ atau g/cm³.
📐 Rumus Perhitungan
ρb = m / V
ρb = kerapatan tumpukan (kg/m³) | m = massa bahan (kg) | V = volume wadah (m³)
🔍 Faktor yang Mempengaruhi:
Ukuran Partikel
Partikel kecil → rongga lebih sedikit → kerapatan ↑
Bentuk Partikel
Bulat seragam → packing lebih rapat → kerapatan ↑
Kadar Air
Kadar air tinggi → partikel menggumpal → distribusi berubah
📊 Data Kerapatan Tumpukan Bahan Pakan Umum:
| Bahan Pakan | Kerapatan (kg/m³) | Kategori |
|---|---|---|
| Jagung Pipil | 720 | Sedang |
| Bungkil Kedelai | 640 | Sedang |
| Dedak Padi | 320 | Ringan |
| Tepung Ikan | 590 | Sedang |
| Tepung Tulang | 1100 | Berat |
📌 Definisi
Sudut tumpukan adalah sudut maksimum yang terbentuk antara permukaan miring tumpukan bahan granular dengan bidang horizontal ketika bahan dituang secara bebas. Merupakan indikator flowability (kemampuan alir) bahan.
θ = arctan(h/r) → Sudut Tumpukan
📋 Klasifikasi Flowability Berdasarkan Sudut Tumpukan:
🟢
Sangat Baik
25°–30°
Free flowing
🔵
Baik
31°–35°
Easy flowing
🟡
Cukup
36°–40°
Moderate
🔴
Buruk
>40°
Cohesive
📌 Definisi
Kadar air adalah persentase air yang terkandung dalam bahan pakan, dihitung berdasarkan berat basah (wet basis) atau berat kering (dry basis). Merupakan faktor kritis dalam penyimpanan dan pengolahan pakan.
💧 Wet Basis (wb)
MCwb = (Wair / Wtotal) × 100%
Lebih umum digunakan dalam perdagangan pakan
🔥 Dry Basis (db)
MCdb = (Wair / Wkering) × 100%
Lebih akurat untuk analisis laboratorium
⚠️ Dampak Kadar Air Berlebih pada Penyimpanan:
Pertumbuhan Jamur & Mikroba
Kadar air >14% meningkatkan risiko kontaminasi Aspergillus flavus penghasil aflatoksin
Self-heating
Aktivitas mikroba menghasilkan panas → dapat menyebabkan kebakaran spontan
Penurunan Kualitas Nutrisi
Degradasi vitamin, oksidasi lemak, dan penurunan palatabilitas
Caking & Bridging
Bahan menggumpal dan membentuk jembatan di dalam silo, menghambat aliran
🏗️ Pengaruh Kerapatan Tumpukan
📐 Pengaruh Sudut Tumpukan
Masukkan data pengukuran untuk menghitung kerapatan tumpukan bahan pakan.
Geser slider untuk melihat perubahan sudut tumpukan dan kategori flowability.
🔵 Flowability: Baik (Easy Flowing)
Cocok untuk silo dengan hopper standar 45°–50°
Hitung kapasitas silo berdasarkan dimensi dan bahan pakan yang dipilih.
📋 Deskripsi Masalah:
Pabrik pakan ayam di Deli Serdang mengalami masalah bridging (pembentukan jembatan bahan) di silo penyimpanan dedak padi. Bahan tidak mengalir ke mixer meskipun outlet silo sudah dibuka. Produksi terhambat hingga 3 jam per hari.
🔍 Analisis Penyebab:
✅ Solusi yang Diterapkan:
💰 Hasil: Efisiensi produksi meningkat 25%, kerugian waktu turun dari 3 jam → 15 menit/hari
📋 Deskripsi Masalah:
Silo baja berkapasitas 50 ton mengalami deformasi dinding (penyok ke luar) setelah diisi tepung tulang untuk pakan sapi. Dinding silo yang awalnya dirancang untuk jagung tidak mampu menahan tekanan lateral dari tepung tulang.
🔍 Analisis Penyebab:
✅ Pelajaran & Rekomendasi:
📋 Deskripsi Masalah:
Jagung pipil yang disimpan dalam silo tanpa kontrol suhu dan kelembaban mengalami kontaminasi aflatoksin B1 melebihi ambang batas (>50 ppb). Sebanyak 15 ton jagung senilai Rp 75 juta harus dibuang.
🔍 Analisis Penyebab:
✅ Solusi Pencegahan:
Uji pemahaman Anda tentang Karakteristik Fisik Bahan Baku Pakan
Ilmu & Teknologi Pengolahan Pakan
📝 Demo Login
Username: student
Password: pakan2024
Universitas Sumatera Utara
Fak. Pertanian · Prodi Peternakan
Ilmu & Teknologi Pengolahan Pakan
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Ir. Yunilas, M.P
Mahasiswa
-
Mempelajari sifat bahan (kerapatan tumpukan, sudut tumpukan, kadar air) dan hubungannya dengan desain alat simpan (silo)
Karakteristik fisik bahan baku pakan menentukan bagaimana bahan tersebut ditangani, disimpan, dan diolah. Pemahaman yang tepat tentang sifat fisik ini sangat krusial untuk:
Bulk Density — massa per satuan volume bahan curah (kg/m³)
Angle of Repose — sudut alami bahan saat ditumpuk secara bebas
Moisture Content — persentase air yang terkandung dalam bahan pakan
Kerapatan
Kapasitas silo
Sudut Tumpukan
Kemiringan dinding
Kadar Air
Sistem ventilasi
Desain Silo
Optimal & Efisien
Kerapatan tumpukan adalah massa bahan per satuan volume ketika bahan ditumpuk secara alami (termasuk rongga udara antar partikel). Sering juga disebut sebagai bulk density.
Rumus Kerapatan Tumpukan
ρb = m / Vb
ρb = Kerapatan tumpukan (kg/m³) · m = massa bahan (kg) · Vb = volume curah (m³)
🔹 Ukuran Partikel
Partikel kecil → kerapatan lebih tinggi
🔹 Bentuk Partikel
Bulat teratur → packing lebih rapat
🔹 Kadar Air
Air tinggi → bisa meningkatkan/menurunkan kerapatan
🔹 Tekanan/Kompresi
Tekanan meningkat → kerapatan meningkat
💡 Semakin tinggi kerapatan, semakin besar beban pada dinding silo
Hitung berapa ton bahan pakan yang bisa ditampung silo Anda!
Volume Silo
196.3 m³
Kapasitas Massa
141.4 ton
Tekanan Dasar
70.6 kPa
Sudut tumpukan adalah sudut yang terbentuk antara permukaan tumpukan bahan dengan bidang horizontal ketika bahan dijatuhkan secara bebas dari ketinggian tertentu.
Klasifikasi Flowability:
Sudut tumpukan menentukan kemiringan hopper (corong bawah silo). Bahan dengan sudut tumpukan tinggi memerlukan hopper yang lebih curam agar bahan bisa mengalir keluar dengan lancar tanpa bridging (penyumbatan).
Geser slider untuk melihat perubahan sudut tumpukan dan flowability-nya!
Mudah Mengalir (Easy-flowing)
Hopper standar 60° sudah cukup
Kadar air adalah persentase kandungan air dalam bahan pakan. Parameter ini sangat kritis karena mempengaruhi hampir semua aspek penanganan dan penyimpanan bahan.
Dua Metode Perhitungan:
Basis Basah (Wet Basis)
MCwb = (mair / mtotal) × 100%
Basis Kering (Dry Basis)
MCdb = (mair / mkering) × 100%
Atur kadar air untuk melihat dampaknya terhadap keamanan penyimpanan!
✅ AMAN — Penyimpanan Jangka Panjang
Jamur: Risiko Rendah · Aflatoksin: Aman · Pemanasan: Tidak
Silo adalah struktur penyimpanan bahan curah yang dirancang berdasarkan karakteristik fisik bahan yang akan disimpan. Berikut hubungan antar parameter:
Kerapatan → Kapasitas & Struktur
Bahan dengan kerapatan tinggi (tepung tulang 1100 kg/m³) membutuhkan dinding silo yang lebih tebal dan pondasi yang lebih kuat dibanding bahan ringan (dedak 350 kg/m³).
Sudut Tumpukan → Desain Hopper
Kemiringan hopper harus lebih besar dari sudut tumpukan bahan + 10° agar aliran massa (mass flow) terjadi dan tidak ada dead zones.
Kadar Air → Ventilasi & Monitoring
Silo harus dilengkapi sistem aerasi untuk bahan dengan kadar air mendekati batas aman. Sensor suhu dan kelembaban diperlukan untuk monitoring berkala.
Klik bagian silo untuk melihat penjelasan!
👆 Klik bagian silo untuk info detail
Setiap bagian memiliki fungsi khusus terkait karakteristik fisik bahan pakan
Tinggi, silindris. Cocok untuk bahan dengan kerapatan tinggi. Kapasitas besar, footprint kecil.
Horizontal, dinding rendah. Cocok untuk bahan kasar dan hijauan. Mudah loading/unloading.
Plastik panjang horizontal. Fleksibel, biaya rendah. Cocok untuk penyimpanan sementara.
Sebuah pabrik pakan ternak di Medan menggunakan silo tower standar (hopper 45°) untuk menyimpan dedak padi. Setelah 2 minggu, bahan tidak mau keluar dari outlet — terjadi bridging (penyumbatan berbentuk jembatan).
1. Modifikasi Hopper
Kemiringan hopper ditingkatkan dari 45° menjadi 60° (sudut tumpukan + 15°)
2. Pengeringan Bahan
Kadar air diturunkan ke 10% sebelum masuk silo
3. Pemasangan Vibrator
Vibrator dinding dipasang untuk mencegah dead zones
💡 Pelajaran: Hopper harus selalu lebih curam minimal 10-15° dari sudut tumpukan bahan!
Peternak ayam broiler menyimpan 50 ton jagung dalam silo tower. Setelah 3 minggu, terjadi hot spots di beberapa titik. Jagung berbau apek dan ditemukan aflatoksin melebihi batas aman.
1. Pengeringan Wajib
Jagung HARUS dikeringkan ke ≤13% sebelum masuk silo
2. Sistem Aerasi
Pasang blower aerasi di dasar silo untuk sirkulasi udara
3. Monitoring Real-time
Sensor suhu di 3 titik ketinggian + alarm otomatis jika suhu >35°C
⚠️ Kerugian: 50 ton × Rp 5.000/kg = Rp 250 juta terbuang!
Feedlot dengan 500 ekor sapi potong ingin membangun fasilitas penyimpanan untuk 4 bahan baku: jagung, bungkil kedelai, dedak, dan tepung ikan. Pertanyaan: Berapa silo yang dibutuhkan dan bagaimana desainnya?
Silo A (Jagung): Tower Ø6m×12m, hopper 45°, aerasi aktif
Silo B (BK Kedelai): Tower Ø4m×10m, hopper 50°, ventilasi pasif
Silo C (Dedak): Tower Ø5m×8m, hopper 65°, vibrator wajib
Silo D (T. Ikan): Tower Ø3m×8m, hopper 55°, dinding tebal, kedap udara
Kamu menguasai materi ini dengan sangat baik!